Manusia sebagai Khalifah di Bumi

Ayat-ayat Yang Memuat Kata Al-Khalifah

“Dan ketika Tuhanmu telah berkata kepada para malaikat,Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di bumi”. (QS Al-Baqarah : 30).

“Wahai Dawud ! Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu sebagai seorang khalifah di bumi. Maka hukumilah manusia dengan haq. Dan janganlah memperturutkan hawa nafsu sehingga ia menyesatkan kamu dari jalan Allah”. (QS Shaad: 26)

Ayat-ayat Yang Memuat Kata Al-Khala-if

“Dan Dia-lah yang telah menjadikan kalian (manusia) khalifah-khalifah di bumi, dan telah mengangkat sebagian kalian diatas sebagian yang lain, untuk menguji kalian atas apa-apa yang Dia berikan kepada kalian”. (QS Al-An’am: 165)

“Dan sungguh telah Kami hancurkan generasi-generasi sebelum kalian ketika mereka berlaku zhalim, dan para rasul telah datang kepada mereka dengan keterangan yang nyata akan tetapi mereka tidak beriman. Demikianlah Kami membalas kaum yang suka berbuat jahat. Kemudian Kami telah menjadikan kalian sebagai khalifah-khalifah di bumi sesudah mereka agar Kami melihat bagaimana kalian beramal”. (QS (QS Yunus: 14)

“Maka mereka mendustakan Nuh, maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya dalam sebuah perahu, dan Kami jadikan mereka sebagai khalifah-khalifah, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan”. (QS Yunus: 73) Continue reading

Advertisements

Demi Waktu

Khutbah Jum’at tanggal 20 Januari 2012 mengambil topik tentang masalah waktu.  Berikut intisarinya. Khatib membahas tentang surat Al Asr. Ia menyatakan  bahwa “Demi waktu asar” mengandung arti bahwa waktu asar adalah waktu yang hampir sore. Kalau umur manusia kira-kira di atas 40 tahun. Allah mengingatkan agar manusia mengingat apa yang telah dilakukan selama ini. Umur dimana manusia harus lebih waspada terhadap apa yang telah ia lakukan. Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab. Dengan cara ini kita diharapkan mampu melakukan perbaikkan sebelum waktu kita habis (pulang ke rahmatullah).

Waktu akan terus berputar dan tidak akan pernah kembali. Dalam surat Al Asr ini disebutkan bahwa sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi, kecuali mereka yang beramal shaleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Sebuah hadist mengungkapkan bahwa “semua manusia akan celaka kecuali orang yang beriman; orang yang beriman akan celaka kecuali mereka yang beramal shaleh; orang beramal shaleh juga akan celaka kecuali mereka yang ikhlas”.

Jadi, dalam semua aktivitasnya, seorang muslim dituntut ikhlas hanya mengharap ridla Allah semata. Jauh dari riya, jauh dari keinginan untuk dipuji. Selain itu, setiap muslim seharusnya selalu mengevaluasi diri sejauh mana kita telah mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya dan sejauh mana kita telah menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya. Mudah-mudahan dengan cara ini, kita akan selalu dalam kondisi beriman dan bertaqwa dengan ikhlas karena mengharap ridla Allah swt semata.

Pemingsanan vs Tidak Pemingsanan dalam Penyembelihan Ternak

Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan (ihsan) pada segala sesuatu, maka jika kalian membunuh hendaklah kalian berbuat ihsan dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih, maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih, (yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang disembelihnya” (HR. Muslim).

Terdapat hasil penelitian  Prof. Dr. Schultz dan Dr. Hazim mengenai masalah mana yang lebih berperihewanan? Dipingsankan atau penyembelihan seperti cara Islam? Beliau berdua merancang penelitian sangat canggih mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi tersebut dipasang elektroda tertentu (microchip) yang disebut Electro-Encephalogr aph (EEG). EEG dipasang pada permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak. Alat ini dipakai untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Pada jantung sapi-sapi tersebut juga dipasang Electro-Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar.

Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG dan ECG (yang telah terpasang) beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, separuh sapi disembelih secara Syari’at Islam dan separuh sisanya disembelih secara metode Barat.

Syari’at Islam menuntunkan penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang sangat tajam dengan memotong 3 saluran pada leher bagian depan (saluran makanan, saluran nafas, serta 2 saluran pembuluh darah, yaitu : arteri karotis dan vena jugularis). Syari’at Islam tidak merekomendasikan pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat (Western Method) mengajarkan ternak dipingsankan dahulu sebelum disembelih. Continue reading

Penyembelihan sapi dengan di awali tindak Pemingsanan, Halal kah…?

(http://www.google.com/imgres?q=metode+penyembelihan+sapi+dengan+stunning&hl)

Beberapa bulan yang lalu ( awal Juni 2011) ekspor sapi dari Australia ke Indonesia dihentikan sementara (berlaku 6 bulan) akibat ditemukan adanya proses penyiksaan dengan kejam terhadap sapi yang berasal dari Australia sebelum dipotong di beberapa Rumah Potong Hewan ( RPH ) di Indonesia. Kejadian tersebut yang terekam dalam video kemudian tersebar melalui Youtube memancing reaksi protes dari LSM penyayang binatang di Australia. Perlakuan tersebut dianggap tidak sesuai dengan standard World Organisation for Animal Health (OIE), terutama masalah Animal wellfare (kesejahteraan hewan). Penghentian sementara Export dari Australia tersebut tidak berlangsung lama karena dipandang merugikan kedua belah pihak.

Pencabutan larangan ekport sapi dari Autralia resmi ditetapkan oleh pemerintah Australia Kamis (7/7-2011) setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd keJakarta, Jum’at 98/7-2011 dan bertemu dengan beberapa pejabat yang berkepentingan dengan proses ekport import ternak.

Pasca dicabutnya larangan sementara eksport sapi asal Australia tersebut dipandang oleh berbagai pihak perlu diadakannya Audit Independent terhadap Rumah Potong Hewan (RPH) di Indonesia yang biasa melaksanakan pemotongan sapi asal Australia tersebut agar tidak ada lagi perlakuan penyiksaan sehingga bertentangan dengan kaidah kesejahteraan hewan sesuai standar OIE. Continue reading

MEMPRODUKSI DAGING KURBAN YANG HALAL DAN TAYYIB

Dikompilasi Oleh: Urip Santoso

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu (Al-Baqarah: 168)

Daging yang Halal: Proses penyembelihan menurut aturan yang berlaku dalam agama Islam.

Daging yang Baik (Tayyib): Daging yang mempunyai mutu yang tinggi. Karakteristiknya adalah: bebas penyakit menular, tidak terkontaminasi mikrobia pathogen, tidak ada residu senyawa kimia yang membahayakan, komposisi gizi yang masih utuh, bersih.

Jika saya amati prosesi pengolahan daging kurban jauh dari higienis. Sapi disembelih di tanah bercampur kotoran hewan dan kadang kala tanahnya basah. Pemisahan jeroan pun dilakukan di tempat itu juga yang tentu saja kotor dan sudah pasti terkontaminasi mikrobia patogen. Saya lihat juga dagingnya pun sudah bercampur dengan berbagai benda asing lainnya seperti isi perut, kotoran, tanah dan lain sebagainya. Tentu saja kotoran tersebut meresap ke dalam daging. Jadilah daging yang tidak tayyib (baik). Hasil pengamatan saya menunjukkan bahwa sebagian besar pemotongan hewan kurban kurang memperhatikan persyaratan tayyib (baik) yang sebenarnya diperintahkan juga oleh Allah swt tersebut di atas. Continue reading

Cinta dan Benci Karena Allah

Oleh Drs. Akhmad Safrudin

Disampaikan pada pengajian bada Jum’at di Masjid Al Ikhlas Bina Insani, 22 Februari 2008

Man ahabba lillahi, wa abghadha lillahi, wa a’thaa lillahi, wa mana’a lillaahi, faqadistakmalal iimaana.”

Artinya: “Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan menolak karena Allah, maka ia benar-benar telah menyempurnakan iman.”

Salah satu kata yang banyak disebut, disanjung dan didambakan adalah kata cinta. Cinta adalah anugerah Allah yang diberikan kepada semua makhluk. Tanpa cinta hancurlah existensi makhluk tersebut.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, WJS Poerwadarminta, cinta berarti selalu teringat dan terpikir dalam hati, rasa sayang dan ketertarikan hati.

Bagi manusia, cinta dapat membuahkan kreativitas. Ketika manusia mencintai sesuatu, maka muncullah kreativitas tertentu, apakah dalam bentuk karya puisi, karya lukisan, ataupun karya seni lain sebagai manifestasi dan penghayatan terhadap arti cinta. Karena itu, cinta adalah energi, sumber kekuatan dari sebuah nikmat Allah yang teramat mulia.  Continue reading

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.