Misi Para Rasul dan Agamawan dalam menghadapi Kemungkaran

Oleh: Darudin

(disampaikan pada kajian subuh tanggal 29 Januari 2012)

Para rasul diutus oleh Allah dikarenakan adanya kemungkaran di muka bumi. Saat ini Indonesia juga sedang dilanda berbagai hal yang menjurus kea rah kemungkaran. Oleh karena rasul sudah tidak ada yang diutus oleh Allah, maka menjadi tugas agamawan untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar di bumi Indonesia.

Banyak peristiwa di Indonesia yang berkaitan dengan perlunya mengingat dan mempelajari apa yang menjadi tugas para rasul dan agamawan. Di Indonesia banyak terjadi konflik agrarian, yang banyak menimbulkan dampak negative bagi masyarakat. Ada pula kasus nelayan merusak tanggul kelapa sawit dikarenakan kebun kelapa sawit telah merusak hutan bakau. Hal ini membuat pendapatan nelayan menurun drastic. Dengan dirusaknya tanggul tersebut nelayan berharap hutan bakau akan pullih kembali. Kita semua juga tahu betapa korupsi merajalela di setiap sudut negeri ini, dan sulit diberantas. Kita juga melihat betapa hukum tidak adil dan sangat tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Hukum hanya berlaku bagi rakyat jelata. Lihat saja kasus pencurian kecil-kecilan dihukum tegas, tetapi pencurian besar-besaran dibiarkan bebas beranjangsana. Selain itu, politik di negeri ini lebih banyak ditujukan bagi pencitraan pejabat, bukan mencari solusi bagi permasalahan bangsa. Rakyat kecil seperti pedagang kaki lima, tukang becak dll. digusur sehingga kehilangan mata pencahariannya.

Kewajiban Penguasa

Sesungguhnya terdapat kewajiban yang harus ditunaikan oleh pemimpin negeri ini, yaitu:

1)      Menegakkan keadilan (An Nisa 59);

2)      Melindungi rakyat (Al Maun 1-3);

3)      Memungut pajak (At taubah 103);

4)      Mengelola keuangan negara untuk rakyat (Al Taubah 60/8).

Kewajiban Rakyat

Kewajiban rakyat antara lain adalah melakukan kontrol (Al Maidah 78-79; QS 3:104 terhadap pemimpin. Sebagaimana disabdakan rasulullah bahwa setiap muslim wajib mencegah kemungkaran dengan tangannya (kekuasaan), jika tidak bisa dengan lisan, dan jika tidak bisa maka dengan doa, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.

Konsep Oposisi dalam islam

1)      Manusia diberi nafsu mutmainnah dan muawanah maka apriori buruk/baik.

2)      Oposisi perlu tetapi tidak menggunakan apriori.

3)      Terjadi ketidakadilan maka Allah mengutus para rasul.

Oposisi dibutuhkan dalam kehidupan bernegara, karena ada kecenderungan para pemimpin itu menyelewengkan amanat yang diembannya.

Di Indonesia banyak pemimpin, tetapi pemimpin yang memperoleh petunjuk sulit dicari. Para rasul diutus untuk memperbaiki masyarakat yang rusak (QS 21:73). Ini menunjukkan para rasul menjadi pemimpin yang memperoleh petunjuk. Sulitnya munculnya pemimpin  yang memperoleh petunjuk (hidayah) dikarenakan system pemilihan yang tidak memungkinkan pemimpin dengan criteria ini hadir. Jadi, di Indonesia justru banyak pemimpin yang menyesatkan, yang mengajak ke dalam neraka (QS 28:40-41). Hadirnya pemimpin yang menyesatkan ini membuat hidup kita bagaikan dalam neraka, yaitu dengan banyaknya konflik yang timbul.

Peran Rasul

1)      Politik: mewakili rakyat dalam menghadapi penguasa yang memindas. Ini disebut dengan politik kerakyatan, membela rakyat.

2)      Spiritual: mengembalikan manusia kepada Allah, supaya selalu berdzikir.

3)      Sosial: melakukan upaya pembebasan rakyat yang tertindas.

Peran Agamawan

1)      Melindungi yang tertindas

2)      Pemihakan kepada rakyat

3)      Membuat agama menjadi nurani dalam kekuasaan.

Untuk itu, untuk memperoleh pemimpin yang diharapkan, maka ada beberapa  hal yang harus dilakukan, yaitu:

1)      Pemimpin itu harus direbut, dengan tujuan pemimpin yang kita calonkan memenuhi criteria pemimpin sebagaimana yang diimpikan.

2)      Pemimpin yang memperoleh petunjuk ini harus dipersiapkan sejak dini.

3)      Menjaga konsistensi pemimpin yang baik melalui control oleh rakyat yang ketat dan berkeadilan.

Demikian sekelumit ide dalam mewujudkan negara Indonesia yang sesuai dengan tujuan para pendiri dan pelopor republik ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s