Hidayah, Bagaimana Meraihnya?


(Kajian minggu subuh tanggal 5 Februari 2012)

Hidayah itu merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang beriman kepada Allah. Hal ini tersirat dalam Surat Al Fatihah, yaitu:

“Ya Allah tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. Al-Fatihah [1]: 6)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Seandainya bukan karena sedemikian besar kebutuhan hamba untuk memohon hidayah siang dan malam, niscaya Allah ta’ala tidak perlu membimbing hamba-Nya untuk melakukan hal ini. Karena sesungguhnya setiap hamba sangat membutuhkan pertolongan Allah ta’ala di sepanjang waktu dan keadaan agar petunjuk itu tetap terjaga, kokoh tertanam, semakin paham, meningkat, dan agar dia terus berada di atasnya

Macam-macam hidayah

  1. Hidayah Wijdan, potensi naluria yang Allah SWT tanamkan pada manusia untuk bisa mempertahankan kehidupannya. Hidayah ini bersifat bawaan (potensi naluria/insting) yang diperoleh manusia sejak dilahirkan.
  2. Hidayah Hawas wal Masya’ir, yaitu kemampuan inderawi seperti kemampuan merasakan manis, pahit, panas, dingin dll.
  3. Hidayah ‘Aqli, yaitu kemampuan berpikir, kemampuan untuk memahami fenomena, memberikan persepsi, memberikan makna pada realita yang tertangkap oleh indera. Allah.
  4. Hidayah Ad-Din, yaitu berupa petunjuk2 ajaran agama, fungsinya untuk membantu keterbatasan akal. Agama berfungsi memberikan arahan-arahan yang mampu melampaui keterbatasan akal manusia “Sesungguhnya kewajiban Kami-lah memberi petunjuk,” (QS. Al-Lail, 92:12). Ada 2 macam hidayah Ad-Din:

a. Hidayah Dilalah, yaitu petunjuk-petunjuk hidup yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Hidayah agama disini berada dalam konteks sebuah ilmu yang bisa diakses oleh siapapun (baik muslim atau kafir) melalui proses belajar, dengan petunjuk-petunjuk keilmuan yang melalui akal dan alat indera. Allah SWT akan memberikan hidayah dilalah kepada semua manusia yang mau memperajari ajaran-ajaran-Nya yang termaktub dalam kitab suci-Nya. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan bahwa saya belum mendapat hidayah, padahal Allah SWT telah menyediakan hidayah itu dalam kita suci-Nya.

b. Hidayah Taufiq, yaitu suatu kekuatan yang Allah SWT berikan pada manusia untuk mengamalkan dengan sungguh-sungguh apa yang telah diketahuinya. Dengan kata lain, hidayah taufiq adalah hidayah dilalah yang kita amalkan. Hidayah taufiq merupakan hidayah yang sangat mahal, tetapi Allah berjanji kepada manusia akan memberikan hidayah-Nya kepada orang-orang yang sungguh-sungguh berjuang di jalan-Nya, berjuang untuk konsisten taat pada aturan-Nya di dalam mencapai tujuannya

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabuut, 29:69).

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al-Qashash, 28:56)

“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Baqarah, 2:272).

Upaya Meraih Hidayah Taufiq

Hidayah dilalah bisa diraih melalui proses belajar. Lalu bagaimana upaya kita untuk meraih hidayah taufiq?

1. Menuntut ilmu agama

2. Berdo’a, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah, 2:186 dan QS. Al-Mu’min, 40:60. Kandungan do’a QS. Ali-Imran, 3:8.
3. Riyadhah Ruhiyyah/latihan spritual, yaitu dengan bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya dan menjauhi syirik. Misalnya qiyamul lail, shaum sunnah, shadaqah, menghadiri majelis ta’lim, shalat2 sunnah, pengendalian nafsu.
4. Bergabung dengan linkungan yang kondusif. Lingkungan memegang peranan penting dalam pembentukan karakter kita (QS. Al-Kahfi, 18:28). Kandungan doa QS. Asy_Syu’araa, 26:83.
5. Memperbanyak amal shaleh, setiap amal shaleh yang ikhlas dan sesuai dengan tuntunan adalah sebagai Tazkiyatun Nufus (QS. Maryam, 19:76).

Sebab-sebab Dicabutnya Hidayah

1)      Sombong

“Dan (Ingatlah) ketika Musa Berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, Mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu?” Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.“ (Ash Shaf [61]: 5)

“Dia Telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” (An Nahl [16]: 4)

2)      Zalim

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka Telah dibinasakan. dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.“

“Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan Karena kejahatan- kejahatan yang Telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. yang demikian itu adalah karunia yang besar.“ (Asy Syura [42]: 21-22)

3)      Fasiq

“Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. yang demikian itu adalah Karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.“ (at Taubah [9]: 80)

“Dan (Ingatlah) ketika Musa Berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, Mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu?” Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka[1473]; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.“ (Ash Shaf [61]: 5)

4)      Lebih Cinta Dunia

“Yang demikian itu disebabkan Karena Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.” (an Nahl [16] : 107)

  1. Kufur (Ingkar)
  2. Berlebihan
  3. Tidak berusaha mencari hidayah
  4. Sesat

“Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, Maka Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong.” (An Nahl [16]: 37)

5)      Dusta (bohong)

6)      Jahil

7)      Bid’ah

8)      Dosa besar yang berkaitan dengan batin

9)      Dosa besar yang berkaiatan dengan tindakan

10)   Melakukan maksiat secara sembunyi tetapi berulang-ulang

11)   Syirik

12)   Berlebih-lebihan

13)   Bencana yang menimpanya menyebabkan kelalaian

14)   Fanatik terhadap budaya dan adat yang bertentangan dengan syariat Islam

Sumber:

1)      http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/menggapai-ketentraman-dan-hidayah.html

2)      http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/menggapai-ketentraman-dan-hidayah-2.html

3)      http://maktabah-islamiyah.blogspot.com/2008/03/jenis-hidayah.html

4)      http://saga-islamicnet.blogspot.com/2010/06/macam-macam-hidayah-dari-allah-dan-cara.html

5)      http://onlymusafir.wordpress.com/2009/05/14/hidayah-dan-dholalah/

6)      http://peribadirasulullah.wordpress.com/2010/05/28/10-hijab-yang-menghalang-daripada-mendapat-hidayah-allah-swt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s