Mengajak Kepada Kebaikkan dan Mencegah Kemungkaran

Kukhbah Jum’at tanggal 17 Februari 2012 mengambil topic tentang mengajak kebaikkan dan  mencegah kemungkaran. Pada dasarnya manusia mempunyai kecenderungan berbuat kejahatan. Berbagai kejahatan terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengki, iri, hasut, fitnah, dan lain sebagainya mendatangkan kerusakan di muka bumi. Sifat lebih meentingkan diri dan kelompok sangat ditonjolkan. Sifat ini bahkan juga dipunyai oleh sebuah bangsa. Ada bangsa yang suka menjajah. Aku bangsa yang suka mengintervensi dan lain sebagainya.

Alalh swt memerintahkan kepada umat manusia untuk menjadi individu/kelompok terdepan dalam hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imron ayat 110 sebagai berikut:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah Ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imron :110)

Demikian pula, Allah membedakan kaum mukminin dari kaum munafikin dengan Amar ma’ruf nahi munkar ini. Allah berfirman,

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ أُوْلاَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمُُ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah:71)

Seorang muslim diperintahkan amar ma’ruf nahi mungkar dengan tangan (kekuasaan, atau dengan lisan (da’wah) dan jika tidak bisa minimal mendukung kegiatan amar ma’ruf nahi mungkar tersebut. Di Akhir khutbahnya, khatib mengajak kepada jamaah Jum’at untuk senantiasa nasehat-menasehati dalam kebaikkan dan kebenaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s