Masjid sebagai Pusat Pendidikan

Khutbah Jum’at tanggal 29 Maret 2012 mengambil topik pendidikan di zaman Rasulullah. Disebutkan bahwa pertama kali yang dibangun oleh rasulullah ketika ia pertama kali ke Madinah adalah masjid. Masjid pada saat itu berfungsi sebagai pusat pendidikan kaum muslimin. Dari masjidlah dihasilkan pemimpin yang berkualitas tinggi seperti Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Pendidikan yang diterapkan oleh  Rasulullah mengikuti pola sebagai berikut. Islam mengambil sumber pendidikan dari sumber yang bersih, yaitu Al Qur’an, dipraktekkan dalam kehidupan nyata dan dilakukan secara berkesinambungan. Berbeda dengan tipe pendidikan saat ini dimana sumbernya telah dipengaruhi oleh berbagai ideologi, lebih menekankan kepada pengetahuan daripada praktek, dan dilakukan berjenjang secara formal, yaitu dari TK sampai perguruan tinggi. Khatib mengajak kepada jama’ah untuk mengembalikan fungsi masjid sejauh bisa dilakukan.

Tiga Macam Nikmat Allah

Para ulama membagi nikmat Allah menjadi 3, yaitu:

1) Nikmat kubra (nikmat besar),  yaitu nikmat iman dan islam. Dinamakan nikmat besar dikarenakan nikmat ini yang membawa seseorang mencapai ridlo Allah, dicintai oleh Allah dan Insya Allah bahagia di dunia dan bahagia di akherat. Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa hanya sedikit  yang mendapat nikmat ini. Memang untuk mendapatkan nikmat kubra ini tidak mudah. Jalan yang harus kita tempuh sangat rumpil penuh dengan onak dan duri, kanan-kiri jurang yang dalam, mendaki dan sempit. Banyak ujian yang menghadang kita. Untuk bisa lulus kita harus mempunyai senjata yang handal, yaitu sabar dan shalat sebagaimana difirmankan oleh Allah bahwa jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.

2) Nikmat sughra (nikmat kecil) , yaitu nikmat yang dianugerahkan kepada kita di dunia. Ternyata nikmat yang selalu menjadi rebutan kita sampai fitnah-memfitnah, jegal-menjegal, bunuh-membunuh hanya merupakan nikmat yang sangat kecil. Betapa ruginya kita jika hanya memperebutkan nikmat dunia saja. Betapa banyak problema gara-gara rebutan nikmat dunia ini. Alangkah dungunya kita jika kita hanya ingin meraih nikmat yang kecil ini. Apalagi caranya menggunakan jalan yang bengkok. Jalan sesat. Jadi malahan nikmat dunia pun tidak kita peroleh. Meskipun kita kaya raya, tapi hidup dalam kegelapan jiwa/hati apalah artinya.

3) Nikmat melihat Allah di surga

Nah ternyata masih ada lagi nikmat yang hanya diberikan kepada orang-orang yang benar imannya, orang-orang yang telah mendapat nikmat kubra, yaitu melihat wajah Allah. Ini dengan jelas diinformasikan oleh Allah dalam Al Quir’an.

Alangkah nikmatnya jika kita mendapatkan ketiga nikmat tersebut. Tentu saja kita harus bersungguh-sungguh dalam iman kita, sehingga mudah-mudahan kita termasuk orang yang mendapatkan nikmat yang lengkap, amien.

Ayat Al Qur’an dan Hadist tentang Thaharah (Bersuci)

Allah mewajibkan setiap muslim untuk bersuci. Bersuci dari segala kotoran atau najis sesuai dengan kriteria Allah dan rasul-Nya. Ada 8 ayat (koreksi jika salah) ditemukan dalam Al Qur’an mengenai perintah bersuci/membersihkan diri.

1. QS. Al-Baqarah [2] : ayat 222

[2:222] Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

 2. QS. Aali ‘Imran (Ali ‘Imran) [3] : ayat 42

[3:42] Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). Continue reading

Flu Burung Merajalela

Beberapa waktu yang lalu, ketika membahas pentingnya menjaga kebersihan, Dr. Choirul Muslim menyinggung tentang flu burung. Flu burung sesungguhnya sudah ada sejak zaman dahulu. Para calon sarjana peternakan telah mengenal penyakit ini dari periode ke periode. Loh mengapa sekarang baru menjadi persoalan/masalah? Ya, karena virus flu burung telah bermutasi menjadi virus yang ganas.

Bagi yang ingin lebih jauh mengenal flu burung dan pernak-perniknya, saya sajikan link yang khusus membahas flu burung. Lihat disini.

METODE BELAJAR-MENGAJAR NABI KHIDIR VS NABI MUSA

Oleh: Urip Santoso

Anda tentu saja masih ingat cerita Nabi Khidir dan Nabi Musa. Pada zaman Nabi Musa, Nabi Musa ditanya oleh seseorang siapakah orang yang paling berilmu di dunia ini. Musa menjawab bahwa yang paling berilmu adalah saya. Pendapat Nabi Musa ini kemudian disindir oleh Allah dengan wahyunya bahwa ada seorang hambaku yang lebih berilmu daripada Nabi Musa. Nabi Musa yang memang haus akan ilmu kemudian bertanya kepada-Nya dimana ia dapat menemukan orang itu. Singkatnya setelah mendapat petunjuk dari Allah berangkatlah Nabi Musa mencari hamba Allah yang disebut oleh Allah lebih berilmu itu. Musa dengan semangat ingin berguru kepada orang itu, yang kemudian dikenal dengan Nabi Khidir. Singkatnya Nabi Musa kemudian bertemu dengan Nabi Khidir dan mengutarakan maksudnya. Nabi Khidir menjawab bahwa Nabi Musa tidak akan sabar berguru padanya. Akan tetapi Nabi Musa berkeras dan sanggup akan sabar berguru. Nabi Khidir kemudian menyanggupi dengan syarat apapun yang dilakukan oleh Nabi Khidir, Nabi Musa tidak boleh bertanya. Continue reading

Tiga Amalan yang Tak Lekang

Oleh: Urip Santoso

Ada tiga amalan yang jika kita kerjakan pahalanya akan terus menerus mengalir kepada yang mengerjakannya meskipun mereka telah meninggal dunia, yaitu: 1) ilmu yang bermanfaat, 2) doa anak shaleh, 3) amal jariyah. Ini sesui dengan hadist riwayat Muslim yang bunyinya:”Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, yaitu sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang berdoa kepadanya.”

1) Ilmu yang Bermanfaat. Ilmu yang bagaimana? Bukankah jika kita ingin selamat baik di dunia maupun di akhirat, kita harus berilmu? Tanpa ilmu maka sia-sialah ibadah kita. Nah, ilmu yang dimaksud disini adalah ilmu yang dapat menyelamatkan diri kita dan keluarga kita serta masyarakat dari kesengsaraan di dunia dan di akhirat. Ilmu dalam kajian Islam tidak terpisahkan antara dunia dan akhirat. Dunia adalah ladang untuk bekal hidup di akhirat. Oleh sebab itu, yang dimaksud dengan ilmu disini adalah ilmu yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadist. Dari sini dapat diturunkan dan dikembangkan  berbagai ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu yang berkaitan dengan akhirat. Nah, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diturunkan kepada orang lain karena Allah semata. Dengan ilmu itu baik diri sendiri, keluarga dan orang lain dapat hidup sejahtera baik di dunia maupun di akhirat. Selama ilmu tersebut digunakan oleh orang lain, maka selama itu pula orang yang memberi ilmu itu mendapat pahala. Jika orang yang diberi ilmu itu menurunkan pula kepada orang lain dan orang tersebut mengamalkannya maka pahala masih terus mengalir. Selama ilmu itu dimanfaatkan terus maka pahala akan mengalir terus. Oleh sebab itu, bagi para guru, dosen dan Continue reading