Halal Bi Halal

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. (QS Al-Anbiyâ’ [21]:107)

Rasulullah Saw. bersabda:  “Tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang memiliki kasih sayang.” “Dan kami adalah orang-orang yang memiliki kasih sayang, ya Rasulullah,” jawab seorang sahabat. Rasulullah melanjutkan sabdanya:  “Bukan dalam makna seorang dari kamu menyayangi seorang sahabatnya yang lain. Sesungguhnya rahmat Allah itu diperuntukkan bagi orang yang mengasihi seluruh manusia.”

Silaturahmi adalah sebuah komunikasi tinggi yang dilandasi iman, tidak bermotif bisnis (yang hanya akan mengambil keuntungan dari pihak yang dikunjungi). Silaturahmi adalah sebuah komunikasi yang bertujuan ingin mengetahui kesehatan kawannya, bagaimana keadaan ekonominya, bagaimana keamanannya, sehingga apabila mereka dalam keadaan yang perlu dibantu, pelaku silaturahmi ikhlas mengulurkan hasil prestasi hidupnya. Inilah yang disebut komunikasi tinggi dalam bersilaturahmi: tidak hanya berjumpanya dua orang atau tiga orang dalam konteks minta maaf, tetapi juga saling menjenguk keberadaan, kesehatan, prestasi hidup mereka—boleh jadi sedang dalam keadaan stagnan—maka mereka yang kuat dengan senang hati menolong yang lemah.

Dengan demikian, silaturahmi merupakan intisari dari budaya Islam; buah dari semua ibadah yang ada di dalam Islam. Shalat, puasa, dan haji akan membuahkan silaturahmi. Tentu saja apabila shalatnya telah menyadarkan dirinya sebagai hamba Allah, puasa yang dilakukan hanya untuk mendapatkan ridha Allah, dan haji yang ditunaikan berorientasi pada amrullâh.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Agama adalah komunikasi murni.”

Sedangkan dalam Al-Quran, Allah berfirman:

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. (QS Al-Hujurât [49]:13)

Hikmah Halal bi halal

1. Hikmah Halal bi halal yang mengandung pengertian bahwa ada suatu arti yang mendalam dari hakekat pelaksanaan Halal bi halal, apabila ia dikaji dengan penuh rasa keimanan kepada Allah SWT.
2. Hikmah Halal bi halal yang mengandung pengertian bahwa ada suatu pelajaran atau hikmah yang dapat kita petik dari suatu prosesi pelaksanaan halal bi halal yang selama ini kita laksanakan, baik kelebihan atau manfaat dari pelaksanaan Halal bi halal tersebut, maupun kekurangan-kekurangannya.

Hikmah yang dapat di petik dari suatu prosesi pelaksanaan halal bi halal yang selama ini kita laksanakan adalah sebagai berikut :
1).Bersikap kasih sayang kepada sesama muslim, seperti mengasihi diri sendiri.Jangan mengkhususkan sesuatu untuk diri pribadi tanpa mengindahkan mereka.

2). Selalu menebarkan salam, berjabat tangan dan bertutur kata yang manis apabila berjumpa dengan sesama Muslim.
3). Hendaklah bergaul dengan sesama muslim dengan akhlak yang baik, sayang menyayangi dan tidak lekas marah.
4). Selalu bersikap tawadhu kepada sesama muslim sebagaimana perintah Allah.

5). Selalu berusaha mencari kerelaan sesama muslim dan memandang mereka dengan baik, Saling tolong menolong dalam menegakkan kebajikan dan takwa serta mencintai Allah, mendorong mereka supaya berusaha mencapai kerelaan Allah, menunjuki mereka ke jalan yang benar jika anda sudah dewasa dan belajar dari mereka jika anda lebih muda.
6). Selalu menyayangi sesama umat muslim dengan menghormati orang-orang tua dan menyayangi anak-anak.
7). Selalu saling menasihati dengan lemah lembut apabila melihat atau terdapat kesalahan diantara sesama umat Islam .
8). Selalu berprasangka baik terhadap sesama umat Islam.
9).Saling memaafkan diantara sesama umat Islam.

10). Selalu mendamaikan sengketa yang terjadi diantara sesama muslim. Janganlah berpihak kepada salah seorang diantara mereka . Tetapi damaikanlah dengan cara yang baik dan lemah lembut .
11). Selalu bertegur sapa dan beramah tamah diantara sesama muslim.
12). Selalu melapangkan tempat duduk kepada sesama muslim atau orang lain ketika sedang mengikuti suatu majelis.
13). Selalu menempati janji sesama muslim apabila kita terlibat janji. Karena masa menunggu itu adalah salah satu pemberian yang dikalangan Ahlullah adalah hutang. Dan mungkir janji adalah sebagian tanda-tanda munafik.
Sumber Lengkapnya:

1)      http://nurassajatipurnamaalam.blogspot.com/2012/08/hikmah-halal-bi-halal.html

2)      http://droekman.blogspot.com/2012/08/hakikat-silaturahmi.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s