Pola Pembinaan Rasulullah dalam Menjaga Iman

Pembicara kajian minggu tanggal 28 Oktober 2012 adalah Bapak Hasanuddin. Pola Rasulullah adalah penanaman nilai-nilai fondasi iman dengan metode pembelajaran yang mengacu pada Alquran, sehingga mereka mencapai iman (beriman). Setelah memperoleh iman, iman itu dipertahankan melalui rangkaian pembinaan iman, berupa penerapan-penerapan ibadah. Rasulullah menanamakan nilai-nilai fondasi iman selama 13 tahun.

Pola sekarang adalah penanaman nilai nilai fondasi iman dan pembinaan iman dilaksanakan secara serempak,  iman belum dicapai pembinaan sudah jalan. Sehingga yang mau dibina itu apa. Tidak jelas karena semuanya sudah mengaku beriman. Akibat dari pola seperti ini, maka sulit dihasilkan seorang muslim yang berkualitas iman yang tinggi.

Hasil Diskusi:

1)      Bukti iman bisa dilihat dalam kehidupan seorang muslim, salah satu diantaranya adalah adanya satunya hati, ucapan dan perbuatan. Antara kata dan perbuatan sejalan.

2)      Iman itu banyak cabangnya, misalnya menyingkirkan duri di jalan itu juga merupakan salah satu cabang dari iman. Jadi, iman seseorang dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari seorang muslim.

3)      Kiat untuk menjaga & meningkatkan iman antara lain dengan: a) mempelajari Al Qur’an dan Al Hadist paling sedikit 3 jam setiap malam;  b) bangun pada malam hari dengan berbagai aktivitas ibadah; c) memahami makna ibadah yang kita lakukan, seperti shalat, puasa, zakat, haji dll; d) internalisasi nilai-nilai fondasi iman dalam diri sendiri; e) dipraktekkan dengan ikhlas dalam kehidupan sehari-hari; f) tanamkan budaya saling nasehat-menasehati.

4)      Terjadinya perbedaan tafsir Al Qur’an dan Al Hadist di antara para tokoh & organisasi Islam dikarenakan adanya unsur lain yang menyertai tafsir. Seharusnya tidak ada selisih pendapat pada penafsiran AL Qur’an dan Al Hadist. Kita diingatkan bahwa Islam itu akan terpecah menjadi 73 golongan dan hanya satu yang selamat, yaitu yang berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Al Hadist.

5)      Perlu adanya perubahan pola pembinaan iman di masyarakat sesuai dengan pola Rasulullah disesuaikan dengan kondisi umat Islam. Pembinaan fondasi nilai-nilai iman bisa diberikan kepada anak-anak yang belum baligh secara intensif minimal 3 jam per hari. Diharapkan sebelum baligh mereka sudah memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai iman tersebut. Setelah itu, pembinaan dilakukan untuk menjaga iman yang sudah terpateri melalui penerapan ibadah baik ibadah khusus maupun ibadah umum. Bagi yang sudah dewasa dan sudah terlanjur menerima pola serentak, pembinaan iman dapat dilakukan dengan memperdalam Al Qur’an & Al Hadist dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap ibadah yang dilakukan, sehingga terpateri dalam jiwa dan diekspresikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini diharapkan iman akan terjaga dan bahkan meningkat.

POLA PEMBINAAN RASULULLAH DALAM MEMELIHARA IMAN

One thought on “Pola Pembinaan Rasulullah dalam Menjaga Iman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s