Menyambut Tahun Baru Islam

Khutbah Jum’at tanggal 23 Nopember 2012 bertopik menyambut tahun baru Islam. Intisari dari menyambut tahun baru Islam adalah seperti tertera dalam QS At taubah ayat 20. Intinya, kita harus pindah dari keadaan kafir menuju ke muslim. Untuk itu, mari kita evaluasi diri kita, keluarga kita, masyarakat kita, adat istiadat kita, sampai ke politik dan hidup berbangsa dan bernegara. Jika masih ada yang menyimpang dari Islam, maka mari segera kita tinggalkan. Kita boleh punya adat istiadat, budaya, sistem bernegara dan berbangsa sendiri, tapi itu semua tidak boleh bertentangan dengan Islam. Mari kita berhijrah dengan harta, jiwa dan apa saja yang kita miliki menuju ampunan Allah, menuju ridla Allah untuk menjadi insan bertaqwa.

Advertisements

Membantu yang Lemah Itu Ibadah

(Salah satu bahan kajian minggu pagi tanggal 18 Nopember 2012)

Definisi Ibadah
Ibadah secara etimologi berarti merendahkan diri serta tunduk.
Di dalam syara’, ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah:
1. Ibadah ialah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para rasulNya.
2. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.

3. Ibadah ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Subhannahu wa Ta’ala , baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang batin. Ini adalah definisi ibadah yang paling lengkap.

Ibadah itu terbagi menjadi ibadah hati, lisan dan anggota badan.
Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang) dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan hati, lisan dan badan. Continue reading

Hijrah Nabi Muhammad (umat Islam)

Topik khutbah Jum’at tanggal 16-11-2012 adalah hijrah. Umat Islam beberapa kali hijrah di zaman Rasulullah. Hijrah terakhir adalah hijrah ke Madinah dimana Rasulullah sendiri juga berhijrah. Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Madinah setelah mendapatkaan wahyu dari Allah (Q.s. Al-anfal ayat 30). Diterangkan bahwa ada orang-orang yang berdaya upaya untuk mencelakai Nabi. Nabi berhijrah bersama sahabatnya Abu bakar a.s.Sementara itu, Dr Ahzami Samiun Jazuli dalam bukunya mengenai Hijrah dalam Pandangan Al-Quran menuliskan, Imam Muslim mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda, “Aku melihat dalam tidur bahwa aku berhijrah dari Makkah menuju suatu tempat yang banyak terdapat pohon kurma. Aku mencoba menebak apakah itu Yamamah atau Hajar? Namun, ternyata, itulah Kota Yatsrib.” (Shahih Muslim: 2272).

Shalat Sunah Menjadi Penyejuk Hati

Tombo ati iku limo wernane
Maca qur’an angen-angen sak maknane
Kaping pindo sholat wengi lakanana
Kaping telu wongkang soleh kumpulana
Kaping papat Kudu weteng ingkang luwe
Kaping lima Dzikir wengi ingkang suwe
Salah suwijine sapa bisa ngelakani
insyaAllah Gusti Allah nyembadani

itulah syiir tamba ati yang berasal dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang digubah oleh KH Bisri Mustofa Rembang, ayahanda dari KH A Mustofa Bisri. Dari nada syair bisa diketahui bahwa ada keinginan dari muslim yang kurang baik menjadi muslim yang baik.  Dalam suasana hati sekarang banyak orang yang sedang mencari makna hidup. Atau lebih tepatnya ketenangan jiwa.

(http://solichulhadi.blogspot.com/2010/08/tombo-ati.html)

Berikut kajian shalat sunah sebagai penyejuk hati oleh Syamsul Huda

Shalat nawafil

Pendidikan Karakter

Kajian minggu pagi tanggal 11 Nopember 2012 adalah tentang Pendidikan Karakter yang disampaikan oleh Achmad Muslih. Penyaji menekankan perlunya semangat hijrah bagi bangsa Indonesia, yaitu hijarh dari karakter yang buruk ke karakter yang baik.

Pilar-pilar hijrah yang harus dilakukan ummat ini dari masa ke masa:

Pertama: Hijrah ‘aqadiyah. Yaitu tekad dan komitmen penuh untuk melakukan hijrah dari berbagai “tuhan” dalam hidup kita, termasuk tuhan-tuhan tokoh, harta, kedudukan, persepsi, dll. Menuju kepada Tuhan Yang Maha Tunggal, Allah SWT. Barangkali, wacana ketuhanan Ibrahim akan sangat membantu kita dalam hal ini. Ibrahim memulai menemukan tuhannya dalam bentuk bintang-bintang. Namun karena timbul bulan yang kelihatannya lebih besar dan bersinar, ia pun memiliki keberanian untuk mengetakan “no” kepada bintang-bintang tersebut. Beberapa masa kemudian, ternyata bulan seolah mengilang dari pancaran mentari yang bersinar. Maka dengan kebesaran jiwa yang dimilikinya, Ibrahim mampu melepaskan diri dari mempertuhankan bulan menuju kepada keyakinan akan ketuhanan matahari. Tapi tatkala matahari tenggelam, ia pun berkesimpulan, “inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatarassamawati walardh haniifan musliman wa maa ana minal musyrikiin”. Continue reading

Hendaklah Berda’wah

Khutbah Jumat tanggal 8 Nopember 2012 mengambil topik Berda’wah. Allah memerintahkan kepada kaum muslimin hendaklah ada sekelompok orang diantara kamu yang berda’wah. Mengajak kepada iman, taqwa & kebenaran hakiki dan mencegah kepada perbuatan yang keji dan munkar. Da’wah ini sangat penting bagi umat Islam agar kaum muslim tidak tergerus oleh agama lain. Allah mengingatkan kepada umat Islam bahwa Yahudi dan Nasrani tidak akan berhenti mengganggu kamu, sehingga kamu masuk menjadi pengikut mereka.

Da’wah diantara kaum muslim sangat mendesak, sebab ada upaya yang sistematis kristenisasi di Indonesia. Mungkin di Sumatera tidak terasa, tapi di Jawa sangat terasa. Mari kita perhatikan perintah Allah yang menyuruh kita untuk menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka.

Spiritualisme dan Agama Masa Depan

Agama harus menjadi problem solver (pemecah masalah) bukan problem creator (pembuat masalah). Agama harus semakin dekat dengan manusia, kenyataan hidup. Tidak selalu melangit tetapi membumi. Agama harus menentramkan bukan menakutkan. Maka agama itulah yang akan mempunyai masa depan.

Dr. Abdullah Mu’tie menjelaskan bahwa ada lima tantangan yang jika agama bisa menjawab tantangan itu maka agama itulah yang mempunyai masa depan.

Yang pertama adalah tantangan spiritualisme, yaitu agama harus menghadapi atheisme dan agnostik. Di satu sisi agama harus meyakinkan orang-orang yang tidak beragama akan pentingnya spiritualisme dalam kehidupan manusia. Dan  disisi lain juga agama harus menghadapi kehausan spiritualisme dari pemeluk agama itu sendiri. Munculnya banyak sekte-sekte dan gerakan baru adalah sebagai gambaran ketidakpuasan terhadap agama yang sudah ada. Itulah tantangan yang harus dihadapi oleh agama-agama yang tentunya bukan solusi yang tepat dengan menghakimi dan mencap salah.

Tantangan kedua adalah tantangan moralitas. Secara global moralitas dunia sudah sedemikian rupa terpuruknya. Baik di dunia maju maupun negara berkembang. Dalam keadaan moral yang terpuruk itu maka agamalah yang akan dipersalahkan karena telah gagal dalam mengakomodir umatnya, gagal dalam membimbing  para manusia dan mengisi kekosongan rohani. Ini juga adalah tantangan suatu agama yang dengan itu dia akan memiliki masa depan

Yang ketiga adalah tantangan fundamentalisme. Padangan skeptis terhadap agama sebagai sumber bencana dan konflik memunculkan orang-orang yang frustasi terhadap konflik-konflik yang ada sehingga muncullah benih-benih atheisme. Kemudian ada orang-orang yang terlalu bersemangat dengan agama mereka sehingga munculah sikap eksklusivisme beragama dalam diri mereka yang menolak orang-orang yang di luar mereka. Sehingga lahirlah bentuk-bentuk terorisme agama. Ini juga merupakan tantangan dari agama.

Tantangan keempat adalah tantangan pemiskinan. Banyak orang miskin menjadi semakin miskin. Secara global kekayaan dunia hanya menumpuk di segelintir orang, tidak ada pemerataan kekayaan. Inipun tantangan bagi agama sejauh mana peran agama dalam pemerataan kekayaan dan kesejahteraan umat beragama.

Tantangan selanjutnya adalah tantangan pengrusakan lingkungan. Lagi-lagi karena factor moral. Karena ulah manusia yang selalu ingin lebih, serakah.

(http://www.karawanginfo.com/?p=5492)

Berikut sajian power point spiritualisme dan agama masa depan oleh Syamsul Huda, yang dipresentasikan dalam kajian minggu di Masjid Darussalam Perumnas Unib.

SPIRITUALISME DAN AGAMA MASA DEPAN.