Spiritualisme dan Agama Masa Depan

Agama harus menjadi problem solver (pemecah masalah) bukan problem creator (pembuat masalah). Agama harus semakin dekat dengan manusia, kenyataan hidup. Tidak selalu melangit tetapi membumi. Agama harus menentramkan bukan menakutkan. Maka agama itulah yang akan mempunyai masa depan.

Dr. Abdullah Mu’tie menjelaskan bahwa ada lima tantangan yang jika agama bisa menjawab tantangan itu maka agama itulah yang mempunyai masa depan.

Yang pertama adalah tantangan spiritualisme, yaitu agama harus menghadapi atheisme dan agnostik. Di satu sisi agama harus meyakinkan orang-orang yang tidak beragama akan pentingnya spiritualisme dalam kehidupan manusia. Dan  disisi lain juga agama harus menghadapi kehausan spiritualisme dari pemeluk agama itu sendiri. Munculnya banyak sekte-sekte dan gerakan baru adalah sebagai gambaran ketidakpuasan terhadap agama yang sudah ada. Itulah tantangan yang harus dihadapi oleh agama-agama yang tentunya bukan solusi yang tepat dengan menghakimi dan mencap salah.

Tantangan kedua adalah tantangan moralitas. Secara global moralitas dunia sudah sedemikian rupa terpuruknya. Baik di dunia maju maupun negara berkembang. Dalam keadaan moral yang terpuruk itu maka agamalah yang akan dipersalahkan karena telah gagal dalam mengakomodir umatnya, gagal dalam membimbing  para manusia dan mengisi kekosongan rohani. Ini juga adalah tantangan suatu agama yang dengan itu dia akan memiliki masa depan

Yang ketiga adalah tantangan fundamentalisme. Padangan skeptis terhadap agama sebagai sumber bencana dan konflik memunculkan orang-orang yang frustasi terhadap konflik-konflik yang ada sehingga muncullah benih-benih atheisme. Kemudian ada orang-orang yang terlalu bersemangat dengan agama mereka sehingga munculah sikap eksklusivisme beragama dalam diri mereka yang menolak orang-orang yang di luar mereka. Sehingga lahirlah bentuk-bentuk terorisme agama. Ini juga merupakan tantangan dari agama.

Tantangan keempat adalah tantangan pemiskinan. Banyak orang miskin menjadi semakin miskin. Secara global kekayaan dunia hanya menumpuk di segelintir orang, tidak ada pemerataan kekayaan. Inipun tantangan bagi agama sejauh mana peran agama dalam pemerataan kekayaan dan kesejahteraan umat beragama.

Tantangan selanjutnya adalah tantangan pengrusakan lingkungan. Lagi-lagi karena factor moral. Karena ulah manusia yang selalu ingin lebih, serakah.

(http://www.karawanginfo.com/?p=5492)

Berikut sajian power point spiritualisme dan agama masa depan oleh Syamsul Huda, yang dipresentasikan dalam kajian minggu di Masjid Darussalam Perumnas Unib.

SPIRITUALISME DAN AGAMA MASA DEPAN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s