Sekilas Perkembangan Islam di Amerika Serikat dan Timur Pengah Mutakhir

Kajian subuh tanggal 27 Januari 2013 mengambil topik perkembangan Islam di Amerika dan Timur Tengah. Akhir-akhir ini perkembangan Islam di Amerika dan Eropa sangat pesat. Bahkan diperkirakan pada tahun 2020 Islam akan menjadi agama yang terbanyak pengarutnya di Inggris. Di negara-negara ini, Islam dianut sebagai kepercayaan (agama), ideologi politik, dan sebagai komunitas. Ada tiga kekuatan Islam yang jika bersatu akan membentuk kekuatan yang tak tertandingi, yaitu Mesir, Turki dan Iran.

kajian

Jenis Jenis Stress

Quick dan Quick (1984) mengkategorikan jenis stres menjadi dua, yaitu:

  1. Eustress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat sehat, positif, dan konstruktif (bersifat membangun). Hal tersebut termasuk kesejahteraan individu dan juga organisasi yang diasosiasikan dengan pertumbuhan, fleksibilitas, kemampuan adaptasi, dan tingkat performance yang tinggi.
  2. Distress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat tidak sehat, negatif, dan destruktif (bersifat merusak). Hal tersebut termasuk konsekuensi individu dan juga organisasi seperti penyakit kardiovaskular dan tingkat ketidakhadiran (absenteeism) yang tinggi, yang diasosiasikan dengan keadaan sakit, penurunan, dan kematian.

sumber: http://blog.ub.ac.id/cdrhfitria/2012/09/11/faktor-faktor-penyebab-stress-stressor-dan-mekanisme-stress-pada-hewan/

Reaksi Kimia Ketika Bohong

Cortisol dan norepinephrine dikenal sebagai hormon stres. Cortisol diproduksi ketika  konsentrasi adrenalin meningkat. Hal ini menyebabkan meningkatnnya daya tahan tubuh dan membuat seseorang lebih waspada dalam menghadapi krisis atau bahaya.

Hormon cortisol  berfungsi menjaga sistem metabolisme seperti misalnya metabolisme glukose, dan norepinephrine dipercayaberperan penting dalam ADHD sebagaimana depresi dan hipertensi.

Hormon stress beraksi dengan cara memobilisasi energi dari tempat penyimpanan (hati, berupa glikogen)  ke otot, memacu kerja jantung, tekanan darah dan laju pernafasan dan menurunkan proses metabolisme seperti pencernaan, reproduksi, pertumbuhan dan imunitas.

Stress yang konstan menyebabkan pelepasan kontinyu dari berbagai hormon stress yang dapat menyebabkan:

  • penurunan penyimpanan energi
  • hipertensi yang dipicu oleh stress
  • pengaruh proses metabolisme
  • ulcers (pencernaan)
  • menghambat pertumbuhan
  • penurunan konsentrasi testoteron pada laki-laki dan siklus menstriasi yang tak teratur.
  • meningkatkan penyakit infeksi.

Tubuh memproduksi cortisol lebih banyak pada waktu pagi dari pada malam hari. Terlalu banyak jumlah cortisol dalam tubuh dapat menyebabkan sulit tidur, imunitas tubuh menurun, gula dalam darah tidak normal bahkan membuat berat badan naik.

Ketika konsentrasi  cortisol meningkat, hormon tersebut merangsang tubuh untuk makan sesuatu yang berkalori tinggi – hal ini merupakan sebuah respon alami tubuh dalam menghadapi bahaya, namun hal yang sama juga terjadi saat Anda tertekan karena kuatir bagaimana membayar tagihan.  Hormon ini juga akan meningkat ketika Anda berbohong. Tubuh merespon hal-hal tersebut  dengan memproduksi oortisol saat adrenalin tersangsang naik. Misalnya ketika Anda  melakukan olahraga ekstrim atau melakukan penerbangan. Untuk mengendalikan cortisol Anda bisa melakukan hal yang berlawanan, yaitu dengan relaksasi

sumber: 1) http://www.jawaban.com/index.php/health/detail/id/68/news/090223101334/limit/0/Cartisol-Si-Hormon-Stres-Baik-Atau-Jahat.html): 2) http://en.wikipedia.org/wiki/Stress_hormone

Berikut sajian kajian subuh mengenai reaksi tubuh ketika Anda bohong!

REAKSI KIMIA TUBUH SAAT BERBOHONG

VIDEO

VIDEO LAGI

ADRENALINE ACTION

Kumpulan Hadist tentang Meminta Jabatan

1)      Rasulullah n pernah menasihatkan kepada Abdurrahman bin Samurah z:
يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ، لاَ تَسْأَلُ الْإِمَارَةَ، فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيْتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَإِنْ أُعْطِيْتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا
“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah l dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

2)      Riwayat dari Abu Dzar al-Ghifari z. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau menjadikanku sebagai pemimpin?” Mendengar permintaanku tersebut, beliau menepuk pundakku seraya bersabda:
يَا أَبَا ذَرٍّ، إِنَّكَ ضَعِيْفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةٌ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ، إِلاَّ مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيْهَا
“Wahai Abu Dzar, engkau seorang yang lemah sementara kepemimpinan itu adalah amanat. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut.” (Sahih, HR. Muslim no. 1825) Continue reading

Manjadda wajada

Ini bukanlah sebuah hadist, tetapi merupakan kata bijak dari budaya Arab. Kata mutiara ini sudah lazim dijadikan salah satu kata ungkapan yang sering didengungkan di pesantren. Tujuannya untuk memotivasi para santrinya. Ungkapan ini artinya kurang lebih: “Siapa yang sungguh-sungguh, Insya Allah akan berhasil”. Ungkapan ini lebih dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia sejak diterbitkannya novel “Lima Menara”. Novel inilah yang mengenalkan ungkapan itu ke masyarakat. Meskipun nama pesantrennya disamarkan, namun siapapun tahu apa nama yang sebenarnya dari pesantren itu.

Baik sukses di dunia maupun di akherat harus bersungguh-sungguh. Cita-cita apapun agar berhasil harus bersungguh-sungguh. Untuk mencapainya, Anda harus merencanakan langkah-langkah yang akan ditempuh, dan laksanakan dengan sungguh-sungguh. Jika ada halangan yang menghadang, maka harus diatasi dengan sungguh-sungguh. Jika ada kegagalan maka harus sungguh-sungguh dievaluasi dan diperbaiki agar ke depan tidak gagal lagi. Sungguh-sungguh itu tidak mengenal putus asa, dan harus mengedepankan kesabaran.

Semuanya itu membutuhkan ilmu. Tanpa ilmu itu namanya bukan sungguh-sungguh. Ilmu yang tidak dipraktekkan untuk meraih cita-cita itu berarti tidak sungguh-sungguh. Kalau masih ada rasa malas itu berarti masih belum sungguh-sungguh. Kalau mudah putus asa itu berarti tidak sungguh-sungguh. kalau tidak sabar berarti itu tidak sungguh-sungguh.