Manjadda wajada

Ini bukanlah sebuah hadist, tetapi merupakan kata bijak dari budaya Arab. Kata mutiara ini sudah lazim dijadikan salah satu kata ungkapan yang sering didengungkan di pesantren. Tujuannya untuk memotivasi para santrinya. Ungkapan ini artinya kurang lebih: “Siapa yang sungguh-sungguh, Insya Allah akan berhasil”. Ungkapan ini lebih dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia sejak diterbitkannya novel “Lima Menara”. Novel inilah yang mengenalkan ungkapan itu ke masyarakat. Meskipun nama pesantrennya disamarkan, namun siapapun tahu apa nama yang sebenarnya dari pesantren itu.

Baik sukses di dunia maupun di akherat harus bersungguh-sungguh. Cita-cita apapun agar berhasil harus bersungguh-sungguh. Untuk mencapainya, Anda harus merencanakan langkah-langkah yang akan ditempuh, dan laksanakan dengan sungguh-sungguh. Jika ada halangan yang menghadang, maka harus diatasi dengan sungguh-sungguh. Jika ada kegagalan maka harus sungguh-sungguh dievaluasi dan diperbaiki agar ke depan tidak gagal lagi. Sungguh-sungguh itu tidak mengenal putus asa, dan harus mengedepankan kesabaran.

Semuanya itu membutuhkan ilmu. Tanpa ilmu itu namanya bukan sungguh-sungguh. Ilmu yang tidak dipraktekkan untuk meraih cita-cita itu berarti tidak sungguh-sungguh. Kalau masih ada rasa malas itu berarti masih belum sungguh-sungguh. Kalau mudah putus asa itu berarti tidak sungguh-sungguh. kalau tidak sabar berarti itu tidak sungguh-sungguh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s