Mewujudkan Nilai-nilai Islam dalam Kehidupan Modern: Sebuah Tantangan

Kehidupan modern menimbulkan dampak yang luar biasa dalam kehidupan masyarakat dari tingkat bawah sampai dengan tingkat atas. Kehidupan modern yang serba kompetitif ini mendatangkan kegelisahan dan keresahan di dalam masyarakat. Dalam kondisi yang seperti ini bagaimana kita mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan modern agar kita tidak larut dalam kehidupan modern yang serba materi. Berikut paparan power point tentang penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan modern.

DiskusiSUBUH21OKT2012

Advertisements

Menjadi Muslim yang Mukhsin

Hadist riwayat Muslim dari Abu Hurairah ra.:

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Pada suatu hari, Rasulullah SAW muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seseorang dan berkata: “Wahai Rasulullah, apakah Iman itu?”. Rasulullah SAW bersabda: “Yaitu engkau beriman kepada Allah, kepada malaikat-Nya, kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, para utusan-Nya, dan beriman kepada Hari Kebangkitan akhir“.

Orang itu bertanya lagi: “Wahai Rasulullah, apakah Islam itu?”. Rasulullah SAW bersabda: “Islam, yaitu engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, mendirikan salat fardhu, memberikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadhan“.

Orang itu kembali bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu?”. Rasulullah SAW bersabda: “Yaitu engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak mampu melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa Dia selalu melihatmu“.

Orang itu bertanya lagi: “Wahai Rasulullah, kapankah Hari Kiamat itu?”. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang menanya. Apabila ada budak perempuan melahirkan majikannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila ada orang yang semula miskin menjadi pimpinan manusia, maka itu termasuk di antara tandanya. Apabila orang-orang yang tadinya menggembalakan ternak saling berlomba memperindah bangunan, maka itu termasuk di antara tandanya. Ada lima hal yang hanya diketahui oleh Allah“.

Kemudian Rasulullah SAW membaca Surat Luqman ayat 34: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya saja lah pengetahuan tentang Hari Kiamat dan Dia lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal“.

Kemudian orang itu berlalu. Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Panggillah orang itu kembali!“. Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat sesuatu pun. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Itu tadi adalah Jibril, yang datang untuk mengajarkan kepada manusia tentang agama mereka“.

Menjadi Muslim yang Mukhsin

PENAFSIRAN KEMBALI AJARAN AGAMA: DUA KASUS DARI JOMBANG[1]

Judul ini semula “Pengerasan Nilai-nilai Agama di Pedesaan Jawa Timur”. Judul tersebut sepintas lalu merupakan rumusan yang sangat menarik. Namun, mereka yang ingin menguraikannya secara ilmiah akan menemui kesulitan-kesulitan besar dalam menerapkan istilah maupun menyusun konsep teoritis tentang kata “nilai” dan “agama”. Kata “pergeseran” bukanlah istilah yang lazim dipakai di kalangan ilmu-ilmu sosial untuk menganalisis terjadinya perubaha sesuatu nilai yang berlaku di maasyarakat. Demikian pula, kata “nilai-nilai agama” (religious values), walaupun sering kali dipakai, menurut istilah yang mengandung kekaburan pengertian.

Di dalam studi tentang agama dan masyarakat, para ahli ilmu-ilmu sosial lebih memilih-istilah yang lebih jelas  dan konkret, seperti “doktrin agama”, “ritus-ritus agama”, “kepercayaan agama” (religous belief) dan sebagainya. Continue reading

KEBANGKITAN ISLAM AKAN MUNCUL DARI MELAYU

Banyak asumsi bahwa kebangkitan Islam akan terjadi dari Timur. Tetapi belahan timur yang mana. Azra, dalam seminar Jaringan Melayu Antar Bangsa—menjelaskan ; wilayah timur tersebut adalah wilayah yang mayoritas ber-etnis Melayu. Landasan akar sejarahnya telah membuktikan, bahwa Islam sebagai agama telah melembaga di masyarakat dan beberapa pemerintahannya (raja atau sultan). Dan kini, ketika rumpun Melayu sadar akan posisi cultural, politik, dan ekonominya, dari sanalah islam menjadi penguat sebagai pembangkit bagi korelasi kebangkitan Islam yang akan muncul dari Melayu.

Azra, menjelaskan bahwa Islam di Melayu diakui sebagai salah satu wilayah kebudayaan yang cukup berpengaruh dari tujuh wilayah kebudayaan yang ada di dunia. Wilayah kebudayaan islam itu, pertama adalah wilayah kebudayaan Arabia dan daerah-daerah Madrid, Afrika utara, dan sebagainya. Wilayah kebudayaan yang kedua adalah Persia, Iran, dan sebagian wilayah Asia Tengah, yang dalam unsur kebahasaannya dipengaruhi oleh bahasa Persia, dan dalam unsure-unsur kebudayaannya banyak diwarnai oleh kebudayaan Persia. Wilayah kebudayaan yang ketiga adalah wilayah kebudayaan Turki dengan wilayah strategi di Eropa Timur; seperti Bosnia, Kosoko, dan daerah sekitarnya.wilayah kebudayaan yang keempat, adalah wilayah kebudayaan Indo-Pakistan, India dan Bangladish adalah dengan wilayahnya India, Bangladish di samping Pakistan itu sendiri. Wilayah kebudayaan yang kelima, adalah wilayah kebudayaan Afrikanistan yang mencakup wilayah kebuadayaan Madrit (Spanyol), Praha, Nigiria dan sebagainya. Wilayah kebudayaan yang keenam adalah wilayah kebudayaan Indoneisia-Melayu. Dan Terakhir, ketujuh adalah wilayah kebudayaan di bagian belahan dunia barat. Continue reading

Dakwah Bilhikmah

Dakwah bil Hikmah yakni menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, yaitu melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak obyek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik. Artinya dakwah dilakukan atas dasar persuasif. Dakwah bil  hikmah juga bisa diartikan sebagai dakwah dengan keteladanan.

Dakwah bil Hikmah adalah dakwah yang menggunakan perkataan yang benar, dan pasti yaitu dalil yang menjelaskan kebenaran dan menghilangkan keraguan. Metode bil hikmah adalah suatu cara yang digunakan dalam upaya membawa orang lain kepada ajaran Islam dengan menggunakan argumentasi yang pasti, bahasa yang menyentuh hati dengan pendekatan ilmu dan akal.

Dasar atau dalil dakwah bilhikmah adalah sbb:

1)      Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (Al-Nahl, 125).

DA’WAH BI L-HIKMAH

Tiga Golongan Pewaris Al Qur’an

Khutbah Jum’at tanggal 15 Februari 2013 mengambil tema 3 golongan pewaris Al Qur’an. Golongan 1 adalah golongan yang dhalim. Golongan ini adalah golongan yang menganiaya diri dan orang lain. Mereka beranggapan bahwa AL Qur’an tidak lagi sesuai dengan zaman modern, sehingga mereka meninggalkan Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Mereka selalu berbuat kemungkaran. Golongan kedua adalah golongan yang diam. Mereka menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya, tapi mereka acuh tak acuh terhadap kejahatan yang terjadi. Mereka beranggapan bahwa yang berbuat jahat kan bukan saya, tapi mereka. Jika kedua golongan ini diibaratkan dalam sebuah perahu besar, maka golongan 1 adalah mereka yang melubangi perahu, sementara golongan yang mendiamkan adalah golongan yang tidak mencegah golongan 1 melubangi perahu. Akibatnya, mereka sama-sama tenggelam. Golonga ketiga adalah golongan yang menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya, dan mereka mengajak kepada kebenaran/kebaikan dan mereka mencegah kemungkaran sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing.

Mari kita instropeksi pada golongan apa kita berada, dan setelah tahu maka mari kita perbaiki diri kita.

Menyikapi Perbedaan

Kajian minggu pagi tanggal 10 Februari 2013 adalah mengenai menyikapi perbedaan. Tampil sebagai narasumber adalah H. Wiryono. Intisari kajian antara lain adalah bahwa perbedaan itu adalah alami. Setiap manusia mempunyai keyakinan yang berbeda, sehingga timbul perbedaan. Sikap yang harus ditunjukkan oleh setiap manusia adalah menghormati perbedaan itu sendiri. Meskipun demikian, kita boleh saja saling mempengaruhi tanpa menanggalkan sikap menghormati perbedaan. Berikut sajian power pointnya.

MENYIKAPI PERBEDAAN