Ingatlah Lima Perkara

Kutbah Jum’at 29 Maret 2019 mengingatkan jamaah tentang 5 hal, yaitu:

1. Masa hidupmu sebelum matimu

2. Masa sehatmu sebelum sakitmu

3. Masa luangmu sebelum masa sempitmu

4. Masa mudamu sebelum masa tuamu

5. Masa kayamu sebelum masa miskinmu

Khatib mengingatkan agar kita semua memanfaatkan kesempatan yang 5 hal, yaitu hidupmu, sehatmu, luangmu, mudamu dan kayamu untuk mengabdi kepada Allah. Beribadah dengan sebaik-baiknya. Berlomba-lomba untuk beribadah, berlomba-lomba untuk berbuat baik, berlomba-lomba untuk menjadi orang yang banyak memberi manfaat. Sebab, jika ke 5 kesempatan itu berlalu (apalagi yang nomor 1) maka kesempatan beribadah yang terbaik menjadi semakin tipis.

Advertisements

Dua Kalimat Syahadat

Dalam dunia manajemen kita mengenal visi dan misi. Visi adalah tujuan yang hendak dicapai. Misi adalah cara untuk mencapai tujuan. Nah, dua kalimat syahadat adalah visi. Visi orang Islam. Tujuan hidup orang Islam adalah kembali kepada Allah s.w.t. Mendapat ampunan Allah. Mendapat rahmat Allah. Bagaimana cara mencapai visi tersebut? Caranya adalah dengan menteladani Rasullulah.  Mentaati semua perintah Allah dan Rasulullah, dan menjauhi larangan Allah dan Rasulullah.

Manusia yang tidak bersyahadat, maka perbuatan baik yang mereka lakukan tidak berarti apa-apa dihadapan Allah. Artinya sia-sia. Mengapa? Lah visi mereka berbeda. Setiap manusia pasti akan berjalan sesuai dengan visi (tujuan) yang diyakininya. Oleh sebab itu, mereka akan menempuhi dengan cara yang berbeda dengan mereka yang bersyahadat.

Kita misalkan seseorang itu mengikuti kuliah dan kegiatan di suatu perguruan tinggi, tetapi ia tidak mendaftar di perguruan tinggi tersebut. Ia mendapat nilai bagus, ia aktif dalam berbagai kegiatan ekstra kurikuler di kampus itu, lalu apakah ia diakui oleh pergurua tinggi tersebut? Apakah ia akan dapat transkrip nilai? Apakah ia akan dapat ijazah dari perguruan tinggi tersebut? Tidak bukan? Nah, membaca dua kalimat syahadat itu adalah mirip dengan registrasi. Dengan membaca dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan, maka manusia sudah terdaftar sebagai hamba Allah. Dengan demikian, semua perbuatan, kilasan hati, ucapan dan sebagainya akan dinilai. Perbuatan baiknya akan diperhitungkan selama sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasulullah. Perbuatan jahatnya juga akan diperhitungkan. Semuanya akan dicatat dan dinilai dengan adil.

Sebagaimana dalam manajemen, untuk mencapai visi dan misi, seorang muslim harus membuat perencanaan yang matang melalui pola “plan, do, check, and action”. Perencanaan dilaksanakan, dievaluasi, direvisi dan dilakukan kemabli. Begitu terus menerus selama hidup. Seorang muslim harus konsisten (istiqamah) dalam menjalankan rencana dan usahanya seumur hidup untuk mencapai visinya.