Tiga Golongan Pewaris Al Qur’an

Khutbah Jum’at tanggal 15 Februari 2013 mengambil tema 3 golongan pewaris Al Qur’an. Golongan 1 adalah golongan yang dhalim. Golongan ini adalah golongan yang menganiaya diri dan orang lain. Mereka beranggapan bahwa AL Qur’an tidak lagi sesuai dengan zaman modern, sehingga mereka meninggalkan Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Mereka selalu berbuat kemungkaran. Golongan kedua adalah golongan yang diam. Mereka menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya, tapi mereka acuh tak acuh terhadap kejahatan yang terjadi. Mereka beranggapan bahwa yang berbuat jahat kan bukan saya, tapi mereka. Jika kedua golongan ini diibaratkan dalam sebuah perahu besar, maka golongan 1 adalah mereka yang melubangi perahu, sementara golongan yang mendiamkan adalah golongan yang tidak mencegah golongan 1 melubangi perahu. Akibatnya, mereka sama-sama tenggelam. Golonga ketiga adalah golongan yang menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya, dan mereka mengajak kepada kebenaran/kebaikan dan mereka mencegah kemungkaran sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing.

Mari kita instropeksi pada golongan apa kita berada, dan setelah tahu maka mari kita perbaiki diri kita.

Akhlak Islam sebagai Landasan Pokok dalam Pembangunan

Yang bertindak sebagai khatib pada 8 Februari 2013 adalah H. Parlan. Khutbah pada Jum’at dengan topik “Akhlak Sebagai Landasan Pokok Islam Dalam pembangunan”. Pembangunan merupakan cita_cita bangsa menjadi negara yang madaniyah adil dan makmur. pembangunan moral spiritual merupakan sangat urgen sebagai landasan pembangunan bangsa seutuhnya.
Ada tiga unsur penting dalam pembangunan yang saling berkaitan:

akhlaq & pembangunan

 

Menyambut Tahun Baru Islam

Khutbah Jum’at tanggal 23 Nopember 2012 bertopik menyambut tahun baru Islam. Intisari dari menyambut tahun baru Islam adalah seperti tertera dalam QS At taubah ayat 20. Intinya, kita harus pindah dari keadaan kafir menuju ke muslim. Untuk itu, mari kita evaluasi diri kita, keluarga kita, masyarakat kita, adat istiadat kita, sampai ke politik dan hidup berbangsa dan bernegara. Jika masih ada yang menyimpang dari Islam, maka mari segera kita tinggalkan. Kita boleh punya adat istiadat, budaya, sistem bernegara dan berbangsa sendiri, tapi itu semua tidak boleh bertentangan dengan Islam. Mari kita berhijrah dengan harta, jiwa dan apa saja yang kita miliki menuju ampunan Allah, menuju ridla Allah untuk menjadi insan bertaqwa.

Hijrah Nabi Muhammad (umat Islam)

Topik khutbah Jum’at tanggal 16-11-2012 adalah hijrah. Umat Islam beberapa kali hijrah di zaman Rasulullah. Hijrah terakhir adalah hijrah ke Madinah dimana Rasulullah sendiri juga berhijrah. Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Madinah setelah mendapatkaan wahyu dari Allah (Q.s. Al-anfal ayat 30). Diterangkan bahwa ada orang-orang yang berdaya upaya untuk mencelakai Nabi. Nabi berhijrah bersama sahabatnya Abu bakar a.s.Sementara itu, Dr Ahzami Samiun Jazuli dalam bukunya mengenai Hijrah dalam Pandangan Al-Quran menuliskan, Imam Muslim mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda, “Aku melihat dalam tidur bahwa aku berhijrah dari Makkah menuju suatu tempat yang banyak terdapat pohon kurma. Aku mencoba menebak apakah itu Yamamah atau Hajar? Namun, ternyata, itulah Kota Yatsrib.” (Shahih Muslim: 2272).

Hendaklah Berda’wah

Khutbah Jumat tanggal 8 Nopember 2012 mengambil topik Berda’wah. Allah memerintahkan kepada kaum muslimin hendaklah ada sekelompok orang diantara kamu yang berda’wah. Mengajak kepada iman, taqwa & kebenaran hakiki dan mencegah kepada perbuatan yang keji dan munkar. Da’wah ini sangat penting bagi umat Islam agar kaum muslim tidak tergerus oleh agama lain. Allah mengingatkan kepada umat Islam bahwa Yahudi dan Nasrani tidak akan berhenti mengganggu kamu, sehingga kamu masuk menjadi pengikut mereka.

Da’wah diantara kaum muslim sangat mendesak, sebab ada upaya yang sistematis kristenisasi di Indonesia. Mungkin di Sumatera tidak terasa, tapi di Jawa sangat terasa. Mari kita perhatikan perintah Allah yang menyuruh kita untuk menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka.

Umat Terbaik

Khutbah Jum’at tanggal 2 Nopember 2012 mengambil topik ‘Umat Terbaik”. Umat terbaik difirmankan oleh Allah swt dalam surat Al Imron ayat 110 sebagai berikut:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (Al Imron: 110).

Dari ayat tersebut, ada 3 syarat untuk menjadi umat terbaik, yaitu: 1) menyuruh kepada yang ma’ruf; 2) mencegah dari yang munkar; 3) beriman kepada Allah. Sudahkah umat Islam mampu memenuhi syarat tersebut? Inilah yang menjadi problema saat ini.

Menyuruh kepada yang ma’ruf berarti menyuruh & menjalankan perbuatan-perbuatan yang baik sesuai dengan tuntunan Allah & RasulNya. Berbuat baik kepada masyarakat, orangtua, lingkungan dll. Mencegah dari yang munkar berarti mencegah dan tidak melakukan perbuatan keji dan jahat kepada semua makhluk Allah. Mencegah manipulasi, mencegah korupsi, mencegah gratifikasi dan perbuatan buruk lainnya. Amar ma’ruf nahi munkar itu harus dilatarbelakangi dengan iman yang teguh kepada Allah swt dan kepada apa-apa yang diwahyukan oleh Allah swt.

Untuk bisa melakukan amar ma’ruf nahi munkar, seorang muslim harus mempunyai sifat-sifat terpuji seperti  sidiq (jujur), amanah, adil, menyampaikan kebenaran (tablik) istiqamah (konsisten) dll.