Kualitas Infaq Bukan pada Jumlah

Kultum subuh tanggal 18 Mei 2019 di masjid Darussalam antara lain membahas tentang kualitas infaq atau nilai infaq tidak bergantung pada jumlah nominal. Infaq Rp 10.000,- yang diberikan oleh si A bisa jadi mempunyai nilai yang lebih tinggi dari infaq Rp 1.000.000 yang diberikan oleh si B. Si A hanya mempunyai uang Rp 20.000. JIka ia infaqkan Rp 10.000,- maka ia telah menginfakkan 50%. Sementara si B mempunyai uang Rp 100.000.000. JIka ia menginfakkkan Rp 1.000.000, maka ia telah menginfakkan sebesar 1% saja.

Mungkin hitungan di atas dengan catatan kondisi lain yang mempengaruhi kualitas infaq sama antara keduanya, seperti mereka mempunyai kualiatas iman yang relatif sama, tingkat keikhlasan yang relatif sama, tidak riya, dan lain sebagainya.

Marilah kita pelajari hadist di bawah ini.

Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘ahnu, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya.

TAKHRIJ HADITS

Hadits ini dikeluarkan oleh :
• Imam Al Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al Manaqib, Bab Qauluhu Lau Itakhadztu Khalilan, no. 3397 dan lafaz ini adalah lafazh Al Bukhari.
• Imam Muslim dalam Shahih-nya, kitab Fadhail Al Sahabat, Bab Tahrim Sabbi Ash Shahabat, no. 4610 dan 4611.
• Imam At Tirmidzi dalam Sunan-nya, kitab Al Manaqib ‘An An Nabi, Bab Fiman Sabba Ashabi An Nabi, no. 3796.
• Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, kitab As Sunnah, Bab An Nahyu ‘An Sabb Ashabi An Nabi, no. 4039.
• Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, kitab Muqaddimah, Bab Fadhlu Ahli Badr, no. 157.
• Imam Ahmad dalam Musnad-nya, no. 10657, 11092 dan 11180 (https://almanhaj.or.id/3085-jangan-mencela-sahabat-rasulullah.html).

Dari hadist di atas jelaslah bahwa jumlah tidak bisa dijadikan ukuran kualitas infaq. Kita dilarang untuk mencela infaq yang mungkin menurut kita kecil, karena kita tidak tahu hakikat dari kualitas infaq seseorang menurut Allah. Kita tidak usah membandingkan jumlah infaq yang kita berikan dengan jumlah infaq orang lain. Selain kita tidak tahu siapa yang lebih baik kualitas infaqnya, juga untuk menghindari hilangnya nilai infaq karena riya.

Advertisements

SEPULUH JENIS REZEKI DARI ALLAH

Dikompilasi oleh: Urip Santoso

Assalamu’alaikum warahmatullah.
Rezeki adalah segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya,” tegas ulama kenamaan dari Mesir, Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi. Rezeki bukan hanya harta, tetapi juga semua kenikmatan yang diperoleh manusia. Rezeki tertinggi adalah iman, taqwa dan hidayah Allah. Kesehatan, waktu luang, ketenangan, keamanan, memudahan menerima ilmu, kemudahan dalam beribadah, dan kenikmatan jiwani juga rezeki. Udara yang kita hirup, cahaya matahari, dan yang sejenisnya juga rezeki. Diciptakan Allah sebagai manusia, mempunyai tubuh yang lengkap juga rezeki. Jadi, rezeki adalah seluruh nikmat Allah. Begitu banyaknya nikmat Allah SWT, kita tidak akan mampu menghitungnya. Yang dapat kita lakukan adalah bersyukur atas segala nikmat-Nya.

1.Rezeki Yang Telah Dijamin.

” Dan tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini melainkan semua rezekinya dijamin Allah…..” (Surah Hud, 11: 6).

Termasuk dalam jenis ini juga rezeki yang tidak diminta dan tidak diusahakan oleh manusia.

Contoh : Meskipun seorang anak yatim piatu tidak memiliki orang tua, namun ia akan tetap hidup sampai besar dirawat panti asuhan atau diadopsi oleh keluarga lain. Meskipun sudah dijamin, manusia diwajibkan untuk berusaha untuk menjemput rezekinya. Continue reading

Doa, Usaha dan Tawakkal

Berdoa kepada Allah

Berdoa, berusaha dan bertawakkal merupakan tri in one. Sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan seorang muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat. Doa adalah saripati ibadah. Doa adalah senjatanya mukmin.

Berikut dalil-dalil dalam Al Qur’an tentang berdoa.

“Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya.” (An-Nisa’ 32)

 “Dan Dia telah Memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya.” (Ibrahim 34)

Dan Tuhan-mu Berfirman, ”Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan untukmu.” (Ghofir 60)

 “Dan Dia Mengabulkan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan.” (As-Syura 26)

 “Bukankah Dia (Allah) yang Mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan Menghilangkan kesusahan.” (An-Naml 62)

 “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” (Al-Baqarah 186) Continue reading

Ingatlah Lima Perkara

Kutbah Jum’at 29 Maret 2019 mengingatkan jamaah tentang 5 hal, yaitu:

1. Masa hidupmu sebelum matimu

2. Masa sehatmu sebelum sakitmu

3. Masa luangmu sebelum masa sempitmu

4. Masa mudamu sebelum masa tuamu

5. Masa kayamu sebelum masa miskinmu

Khatib mengingatkan agar kita semua memanfaatkan kesempatan yang 5 hal, yaitu hidupmu, sehatmu, luangmu, mudamu dan kayamu untuk mengabdi kepada Allah. Beribadah dengan sebaik-baiknya. Berlomba-lomba untuk beribadah, berlomba-lomba untuk berbuat baik, berlomba-lomba untuk menjadi orang yang banyak memberi manfaat. Sebab, jika ke 5 kesempatan itu berlalu (apalagi yang nomor 1) maka kesempatan beribadah yang terbaik menjadi semakin tipis.

BAROKAH DARI INFAQ DAN SEDEKAH

Kajian subuh tanggal 28 April 2013 membahas tentang infaq dan sedekah dan manfaatnya bagi manusia. Narasumber dalam kajian ini adalah M. Darudin.

Abstraksi

1.Orang dikatakan sukses bila ia memiliki harta yang banyak
2.Setiap orang memiliki sifat cinta pada harta yg banyak (Qs 3: 14)
3.Dengan hartanya ia dapat hidup mulia atau hina
4.Mns  diberi kebebasan utk memilih satu diantara dua pilihan  yakni harta yg memuliakan atau harta yang membuatnya tersungkur penuh kehinaan.

Sbg seorang yg beriman tentu saja pilhan petama yg menjadi tujuan. Utk mencapai  tujuan itu harta kita hrs disedekahkan agar berkah. Utk mendapatkan keberkahan dari harta yang kita sedekahkan maka kita perlu mepahami terlebih dahulu bgm konsep hubungan mns dengan harta,, cara memperoleh harta, fungsi harta, cara memanfaatkan harta.

Selengkapnya (harta yg memuliakan kita)