SHALAT KHUSU’ dan IKHLASH SEBAGAI IBADAH & SISTEM NILAI DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI

Kajian minggu pagi tanggal 14 April 2013 adalah tentang shalat yang khusyu dan ikhlas. Dijelaskan bahwa ada 3 output shalat, yaitu khusyu, kenikmatan beribadah dan mencegah perbuatan keji dan mungkar. Pada tingkatan terendah shalat dianggap sebagai kewajiban dan pada tingkatan tertinggi shalat itu sudah menjadi kebutuhan. Adapun indikator shalat adalah kualitatif, sehingga setiap individu berbeda satu dengan yang lainnya. Sejatinya, shalat itu bisa membentuk pribadi dan  budaya yang dibutuhkan untuk menuju masyarakat madani.

Berikut beberapa sajian yang disampaikan oleh nara sumber, Syamsul Huda.

IBADAH SHALAT

GAMBAR TATA CARA SHALAT

IBADAH SHALAT

CAK NUR-02MMDN

Sukidi-muslimpurt

Advertisements

SUDAH BERIMANKAH KITA???????

Oleh: Hasanuddin

Kalaulah kita menganalisa situasi dewasa ini, maka kita akan merasa kebingungan, puasa yang dilakukan tidak berdampak positif terhadap pola pikir, pola tindak dan cara kita hidup dalam berbangsa dan bernegara. Puasa bukannya menjadikan kita bertambah baik sesuai dengan yang diharapkan  menjadi orang yang bertaqwa (AL Baqarah ayat 183) malahan senantiasa bertambah bobrok, sangat jauh dari kesejahteraan yang adil dan merata. APBN konon katanya habis digunakan para”elite” untuk sogok menyogok pemilihan, memperkaya diri, keluarga beranak pinak, sanak saudara, kerabat, dengan berbagai cara-cara penipuan, alhasil hukum yang seharusnya melindungi rakyat jadi tajam kebawah tumpul keatas. Puasa hanyalah sekedar perulangan dari tahun ke tahun, terhadap pelonjakan harga, mulai dari sembako sampai ke tiket, peningkatan angka kecelakaan lalin dengan alasan mudik, peningkatan angka kriminalitas dengan alasan berlebaran tidak ada uang. Seribu satu fenomena akibat puasa Ramadhan yang semuanya ini bukan berdampak kepada perbaikan hidup.

Kita berpuasa sudah berpuluh-puluhan kali, bangsa ini semenjak merdeka sudah berpuasa Ramadhan 66 kali, jauh lebih banyak dari yang dilakukan Nabi. Nabi berpuasa Ramadhan hanya 7 kali, kalau kita tinjau sejarah, puasa disyariatkankan Nabi tahun ke 3 Hijrah, Nabi wafat tahun 10 Hijrah, hanya 7 kali tapi terbukti sanggup membentuk masyarakat madani, bandingkan dengan kita bukannya masyarakat adil dan makmur yang terbentuk malahan kita berada dibibir jurang kehancuran. Continue reading

Pola Pembinaan Rasulullah dalam Menjaga Iman

Pembicara kajian minggu tanggal 28 Oktober 2012 adalah Bapak Hasanuddin. Pola Rasulullah adalah penanaman nilai-nilai fondasi iman dengan metode pembelajaran yang mengacu pada Alquran, sehingga mereka mencapai iman (beriman). Setelah memperoleh iman, iman itu dipertahankan melalui rangkaian pembinaan iman, berupa penerapan-penerapan ibadah. Rasulullah menanamakan nilai-nilai fondasi iman selama 13 tahun.

Pola sekarang adalah penanaman nilai nilai fondasi iman dan pembinaan iman dilaksanakan secara serempak,  iman belum dicapai pembinaan sudah jalan. Sehingga yang mau dibina itu apa. Tidak jelas karena semuanya sudah mengaku beriman. Akibat dari pola seperti ini, maka sulit dihasilkan seorang muslim yang berkualitas iman yang tinggi.

Hasil Diskusi:

1)      Bukti iman bisa dilihat dalam kehidupan seorang muslim, salah satu diantaranya adalah adanya satunya hati, ucapan dan perbuatan. Antara kata dan perbuatan sejalan.

2)      Iman itu banyak cabangnya, misalnya menyingkirkan duri di jalan itu juga merupakan salah satu cabang dari iman. Jadi, iman seseorang dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari seorang muslim. Continue reading

Tuhan Tak Angkuh dan Berkenan Hadir Bila Diundang

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku berkenan hadir apabila ia mengundang kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (Al-Baqarah;2:186).

Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka beribadahlah kepada Ku dan dirikanlah shalat untuk mengingat kepada Ku.
QS, Thaha, 20:14

Dialah yang (ekspresikan) shalat kepada kamu dan malaikat-Nya, agar supaya kamu keluar dari kegelapan menuju cahaya (terang-benerang).
Al-Ahzab, 33:43.

TUHAN TAK PERLU DIBELA