Selamat Datang Ramadhan

Featured

Sebentar lagi Ramadhan akan tiba. Mari kita sambut tamu kita dengan penuh suka cita. Mari kita persiapkan diri kita, keluarga kita, tetangga kita dan masyarakat di sekitar kita untuk menyambutnya. Menjelang Ramadhan, saya sebagai pengelola blog ini tentu saja banyak dosa dan kesalahan yang telah saya buat. Untuk itu, saya mohon maaf atas segala dosa dan kesalahan yang saya buat terhadap pembaca blog ini khususnya, dan kepada semua orang yang baik secara langsung ataupun tidak langsung berhubungan dengan saya. Saya mohon ampun kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam.

Advertisements

Mari Memilih

Tanggal 17 April 2019 Insya Allah bangsa Indonesia mempunyai agenda yang besar, yaitu pemilu. Pemilu ini akan sangat menentukan nasib bangsa Indonesia 5 tahun ke depan. Oleh sebab itu, mari kita gunakan hak pilih kita untuk memilih calon presiden dan calon legislatif yang terbaik menurut kita sebagai pemilih. Untuk bisa memilih dengan baik, maka mari kita kenali calon-calon tersebut. Kalau memilih presiden barangkali tidak terlalu sulit untuk meneliti siapa yang lebih baik. Akan tetapi, untuk memilih calon legislatif sangat membingunkan. Ada 20 partai, dan masing-masing partai calonnya lebih dari satu. Banyak dari calon yang tidak kita kenal, dan cukup sulit untuk meneliti mereka satu persatu.

Bagi yang sudah mengenal calon-calon tersebut, mungkin tidak ada masalah. Mereka langsung dapat menentukan pilihan mereka. Biasanya mereka yang sudah dikenal adalah mereka yang sering muncul di masyarakat dalam berbagai aktivitas. Bisa pengajian, khutbah, aktivitas organisasi massa, aktivitas di perkumpulan-perkumpulan dll. Namun, sepertinya kebanyakan pemilih tidak mengenal calon-calon legislatif. Ada banyak sebab. Sebab pertama adalah tokoh tersebut kurang muncul dalam kegiatan kemasyarakatan, dan sebab lain bisa saja calon pemilih yang kurang aktif dalam organisasi, atau setidak-tidaknya kurang banyak membaca dan mendengarkan warta berita.

Nah, bagi yang tidak kenal dan bingung memilih, barangkali ada satu cara yang dapat kita tempuh, yaitu kita teliti partai mana yang paling konsisten menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Ada 20 partai. Barangkali dari 20 partai pada tahap awal ada yang dengan mudah kita keluarkan dari daftar pilih kita. Baru setelah terpilih sedikit partai, kita bisa meneliti kiprah mereka dalam pemperjuangkan kepentingan rakyat. Jika sudah diteliti ternyata masih juga belum juga bisa menentukan, maka kita mohon petunjuk Allah SWT melalui shalat.

Nah, setelah terpilih partainya, baru kita memilih calon-calon yang ditawarkan. Barngkali dari sekian calon ada yang kenal kenal. Nah, kalau ada dan kita kenal betul bahwa ia telah banyak kiprahnya dalam membangun  umat maka bisa kita pilih. Jika masih ada beberapa pilihan, kita dapat menelitinya melalui  tract record mereka. JIka masih bingung juga kita bisa konsultasi kepada Allah SWT melalui shalat.

Ini adalah salah satu cara saja. Boleh dipakai, boleh juga tidak. Yang paling penting adalah kita harus memilih, karena ini akan menentukan nasib bangsa ke depan. Yang penting, mari kita sukseskan pemilu. Pemilu Damai! Jangan sampai karena pemilu, saudara jadi rusak. Jangan sampai karena beda pilihan persahabatan terpecah. Jangan sampai karena pemilu, kita menjadi terpecah-belah.

Mari satukan hati!  Mari satukan tujuan! Pemilu Damai! Mari kita pilih wakil kita yang terbaik, yang memperjuangkan kepentingan rakyat!

PERSIAPAN MENYAMBUT PUASA (Sebuah Kompilasi)

Menjelang bulan Ramadhan tiba, Rasulullah memberikan pengarahan  mengenai puasa kepada para shahabat. Abu Hurairah ra berkata, “menjelang kedatangan bulan Ramadhan, Rasulullah bersabda, “Telah datang kepada kamu syahrun mubarak (bulan yang diberkahi). Diwajibkan kamu berpuasa padanya. Pada bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, syaithan-syaithan dibelunggu. Padanya juga terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang kebaikan pada malam itu, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi).

“Siapa yang melatih diri menjaga kehormatan maka Allah akan jaga kehormatannya, siapa yang melatih diri untuk bersabar, Allah jadikan dia penyabar. Dan siapa yang merasa cukup, Allah akan memberikan kecukupan.” (HR. Bukhari, Abu Daud, dan yang lainnya)

Intinya, kita berusaha untuk membiasakan diri dengan kebaikkan. Secara kolektif, sebelum datangnya Ramadhan  ada baiknya mengumpulkan jamaah untuk mengingatkan jamaah tentang pentingnya bulan Ramadhan. Continue reading

Sudahkah Kita Mengaplikasikan Surat Al Ma’un?

 

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ ﴿١﴾ فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ ﴿٢﴾ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ ﴿٣﴾ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾ ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ﴿٥﴾ ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ ﴿٦﴾ وَيَمْنَعُونَ ٱلْمَاعُونَ ﴿٧


Ara-ayta alladzii yukadzdzibu biddiini, fadzaalika alladzii yadu”u alyatiima, walaa yahudhdhu ‘alaa tha’aami almiskiini, fawaylun lilmushalliina, alladziina hum ‘an shalaatihim saahuuna, alladziina hum yuraauun, wayamna’uuna almaa’uuna.

Translate:
1). Hast thou observed him who belieth religion
2). That is he who repelleth the orphan
3). And urgeth not the feeding of the needy
4). Ah , woe unto worshippers
5). Who are heedless of their prayer
6). Who would be seen ( at worship )
7). Yet refuse small kindnesses!

Artinya:
1). Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2). Itulah orang yang menghardik anak yatim
3). Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
4). Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat
5). (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya
6). Orang-orang yang berbuat riya
7). Dan enggan (menolong dengan) barang berguna

Surat yang amat pendek tapi syarat teguran bagi kita sebagai seorang yang mengaku beragama Islam.

Kumpulan Hadist tentang Ilmu

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنَ فَاِنَّ طَلَبَ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ اِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَضَعُ اَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًابِمَا يَطْلُبُ

Artinya: “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut. (H.R. Ibnu Abdil Bar).

مَنْ اَرَادَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَالاَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالَعِلْمِ

Artinya: “Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keduanya (kehidupan dunia dan akhirat) maka dengan ilmu.”

اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلَى اللَّحْدِ

Artinya: “Tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai liang lahat.”

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا اِلَى الْجَنَّةِ ـ رواه مسلم

Artinya: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Sumber: http://hikmah-kata.blogspot.com/2012/09/hadits-tentang-menuntut-ilmu-pengetahuan.html Continue reading

Cara Bersyukur Kepada Allah

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa cara bersyukur kepada Allah S.W.T terdiri dari empat komponen, yaitu:

1. Syukur dengan Hati.

Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang kita peroleh, baik besar, kecil, banyak maupun sedikit semata-mata karena anugerah dan kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Segala nikmat yang ada pada kamu (berasal) dari Allah”
(QS. An-Nahl: 53)

Syukur dengan hati dapat mengantar seseorang untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan, betapa pun kecilnya nikmat tersebut.
Syukur ini akan melahirkan betapa besarnya kemurahan dan kasih sayang Allah sehingga terucap kalimat tsana’ (pujian) kepada-Nya. Continue reading

Yang mengurangi Pahala Puasa

Ada 3 golongan dalam menyambut Ramadhan, yaitu yang gembira, yang setengah hati dan yang ketakutan.

Yang mengurangi  pahala puasa atau yang akan menguranginya adalah sebagai berikut:

1. Qauluz-zur yakni ucapan dusta [Fathul Bari:4/117]

2. Mengamalkan qouluz-zur yakni perbuatan yang merupakan tindak lanjut atau konsekuensi dari ucapan dusta [Fathul Bari:4/117]

3. Jahl yakni amalan kebodohan [Fathul Bari:4/117]

4. Rafats yakni seperti dijelaskan Al-Mundziri: Terkadang kata ini disebutkan dengan makna bersetubuh, dan terkadang dengan makna, ‘kata-kata yang keji dan kotor’ dan terkadang bermakna ‘pembicaraan seorang lelaki dan perempuan seputar hubungan sex’, dan banyak dari ulama mengatakan: ‘yang dimaksud dengan kata rafats dalam hadits ini adalah ‘kata kotor keji dan jelek’. [Shahih Targhib:1/481] dengan makna yang terakhir ini maka punya pengertian yang lebih luas dan tentu mencakup makna-makna yang sebelumnya disebutkan. –Wallahu A’lam’-

5. Laghwu yakni ucapan yang tidak punya nilai atau manfaat [lihat An-Nihayah:4/257 dan Al-Mishbahul Munir:555] dan –wallahu a’lam- mencakup juga amalan yang tidak ada manfaatnya [lihat semakna dengannya kitab Faidhul Qodir:6228]

6. Shakhab yakni bersuara keras dan ribut dikarenakan pertikaian [An-Nihayah:3/14, Lisanul Arab:1/521] Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan: Yakni jangan berteriak dan jangan bertikai [catatan kaki Mukhtashar Shahih al-Bukhari:443]

7. Bertengkar mulut

(http://www.ikhwanmuslim.or.id/?content=article_detail&idb=97)

8. Bergunjing.

9. Keras hati.

10. Berbuat aniaya.

11. Berangan-angan kosong

12. Mengutamakan urusan dunia.

13. Bersaksi palsu.

14. dan lain-lain

Mari kita jalani puasa Ramadhan dengan amalan-amalan yang baik, dan mari kita menjalaninya dengan gembira dan ikhlas.