Hakikat Arsy Allah

Kajian minggu pagi tanggal 19 Mei 2013 adalah tentang hakikat arsy Allah yang disampaikan oleh Bapak Totok Eko Soeharto. Silahkan dipelajari sajian-sajian di bawah ini.

QS As Sajdah Al Ma’aarij

Al Anbiyaa’ (21)30

Alam bertasbih

‘ARSY ALLAH

Arsy Allah_2

Faathir (35) 41

Posisi Allah QS An Nisaa 126 Qaaf 16

Advertisements

BAROKAH DARI INFAQ DAN SEDEKAH

Kajian subuh tanggal 28 April 2013 membahas tentang infaq dan sedekah dan manfaatnya bagi manusia. Narasumber dalam kajian ini adalah M. Darudin.

Abstraksi

1.Orang dikatakan sukses bila ia memiliki harta yang banyak
2.Setiap orang memiliki sifat cinta pada harta yg banyak (Qs 3: 14)
3.Dengan hartanya ia dapat hidup mulia atau hina
4.Mns  diberi kebebasan utk memilih satu diantara dua pilihan  yakni harta yg memuliakan atau harta yang membuatnya tersungkur penuh kehinaan.

Sbg seorang yg beriman tentu saja pilhan petama yg menjadi tujuan. Utk mencapai  tujuan itu harta kita hrs disedekahkan agar berkah. Utk mendapatkan keberkahan dari harta yang kita sedekahkan maka kita perlu mepahami terlebih dahulu bgm konsep hubungan mns dengan harta,, cara memperoleh harta, fungsi harta, cara memanfaatkan harta.

Selengkapnya (harta yg memuliakan kita)

SHALAT KHUSU’ dan IKHLASH SEBAGAI IBADAH & SISTEM NILAI DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI

Kajian minggu pagi tanggal 14 April 2013 adalah tentang shalat yang khusyu dan ikhlas. Dijelaskan bahwa ada 3 output shalat, yaitu khusyu, kenikmatan beribadah dan mencegah perbuatan keji dan mungkar. Pada tingkatan terendah shalat dianggap sebagai kewajiban dan pada tingkatan tertinggi shalat itu sudah menjadi kebutuhan. Adapun indikator shalat adalah kualitatif, sehingga setiap individu berbeda satu dengan yang lainnya. Sejatinya, shalat itu bisa membentuk pribadi dan  budaya yang dibutuhkan untuk menuju masyarakat madani.

Berikut beberapa sajian yang disampaikan oleh nara sumber, Syamsul Huda.

IBADAH SHALAT

GAMBAR TATA CARA SHALAT

IBADAH SHALAT

CAK NUR-02MMDN

Sukidi-muslimpurt

Amar Ma’ruuf Nahi Munkar

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” [QS. Aali ‘Imraan : 104].

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” [QS. Aali ‘Imraan : 110].

Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Basysyaar, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahmaan, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Sufyaan, dari Qais bin Muslim, dari Thaariq bin Syihaab, ia berkata : Telah berkata Abu Sa’iid (Al-Khudriy) : Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia cegah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman” [Diriwayatkan oleh An-Nasaa’iy no. 5008; shahih]”

Amar ma’ruuf nahi munkar adalah pengaplikasian Al Qur’an dalam kehidupan. Berikut sajian power pointnya.

KAJIAN MINGGU PAGI 31 Maret 2013

Tujuh Golongan yang Dinaungi Allah

  • Hadist di bawah ini memberikan petunjuk apa yang harus kita lakukan agar Allah nantinya menolong kita di saat tidak ada seorangpun mampu menolong kita; di saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Tentu saja agar amal kita bermakna dan dihitung oleh Allah, kita harus ikhlas hanya karena untuk mendapatkan ridha Allah swt. Kita semua mempunyai kesempatan yang sama untuk melakukan petunjuk di bawah ini.
  • “Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya di hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.
    1. Pemimpin yang adil,
    2. Pemuda yang sentiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya,
    3. Orang yang hatinya sentiasa berpaut pada masjid-masjid
    4. Dua orang yang saling mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
    5. Seorang lelaki yang diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yang cantik utk melakukan kejahatan tetapi dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’
    6. Seorang yang memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yg diberikan oleh tangan kirinya dan
    7. Seseorang yg mengingati Allah di waktu sunyi sehingga mengalirlah air mata dari kedua matanya” (HR. Bukhari & Muslim).